Berita  

Warga Danau Lancang Bangun Jalan Mandau dari hasil Swadaya Masyarakat, Bukan Pungli.

banner 120x600
banner 468x60

Selasa, 21/10/2025
Mandau (Riau)||Topannews.com.-Jalan Mandau terkhusus jalan kampung baru yang terletak di dusun 01 dan dusun 02 desa Danau Lancang, kec. Tapung hulu, Kabupaten kampar, bahwa perbaikan serta perawatan jalan yang dibangun bersumber dari hasil swadaya masyarakat, antara lain dari para petani sawit,

Berdasarkan pengakuan para tokoh masyarakat Mandau dan diakui oleh ketua DPC Lembaga Hukum & Perlindungan Konsumen LHPK TOPAN-RI, (David Manurung) yang kebetulan beralamat di Mandau.

banner 325x300

David Manurung, mengatakan, bahwa jalan ini dulunya dibangun dan dirawat bersumber dari swadaya masyarakat, bukan dari hasil Pungutan liar (Pungli) ‘ujarnya

Lanjutnya” Pasalnya sebelum dibangun, banyak warga setempat yang kesulitan saat melintas karena kondisi jalan yang rusak parah. Bahkan tak jarang, pengguna jalan jatuh tergelincir pada saat mengangkut buah sawit karena kondisi rusak parah.

Berdasarkan pengakuan masyarakat telah bersepakat untuk memperbaiki jalan tersebut dengan cara patungan atau secara swadaya terkumpullah dana kisaran Rp. 600.000.000 dan dana itu langsung dipakai membeli mat’rial serta merental alat berat dan itupun dari hasil musyawarah bersama para petani dan arsibnya juga masih ada di akun fb saya.

Bukan seperti dalam pemberitaan dari beberapa media online, bahwa perbaiki jalan itu berasal dari praktek pungli” Tidak itu tidak benar.

Saya tegaskan kembali, bahwa disitu tidak ada pungli dan sampai sekarang pun tidak ada masyarakat yang keberatan, tentu kalau ada yang merasa keberatan itu hanyalah rekayasa beberapa oknum pengurus yang lama saja, karena diduga ada unsur sakit hati dalam pengurusan mangkanya diambil alih oleh masyarakat.

Setelah beberapa orang masyarakat yang diwawancarai para awak media, pak Juntak dan pak Marpaung muncullah issu yang tidak benar, bahwa dengan keterangan beberapa warga, bahwa ada issu pungli dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab atau pihak siluman yang mengatasnamakan masyarakat,

Bayangkan sudah 9th lamanya dan sementara dana kutipan entah kemana larinya, bayangkan kalau 9 th dikalikan dengan Rp.150/bulan sudah berapa nilainya, mungkin sudah mildyaran” Ungkap ketua DPC LHPK Topan RI David Manurung mengkhahiri.*TIM/DM

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *