KAMPAR (RIAU)TOPANNEWS.COM.- Proyek penyelenggaraan jalan Kabupaten/pengaspalan jalan paket di km 40 jalan Dusun 2, Desa Danau Lancang, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau diduga kuat menggunakan material BBM solar bersubsidi yang diperoleh dari mafia BBM bersubsidi, dan tanah urug penimbunan bahu jalan dari pertambangan minerba ilegal.
Hal itu disampaikan oleh sumber terpercaya warga tempatan (identitas dirahasiakan).
Menurut sumber, material guna penimbunan bahu jalan proyek pengaspalan tersebut diperoleh dari usaha pertambangan minerba ilegal yang dikelola oleh Azirman selaku Kepala Desa Danau Lancang.
” Punya pak kades , tanah dari tambang ilegal yang terletak di Dusun satu, lahan si Edi ayam, ” ungkap sumber, Senin (24/11/2025) saat berbincang bincang dengan awak media di lapangan.
Sumber menambahkan, bahan bakar yang digunakan alat proyek diduga diperoleh dari mafia BBM bersubsidi yang beroperasi di SPBU Sumber Sari.
” Minyak solar itu tiap hari sepuluh jerigen ada yang ngantar ke kontraktor untuk dipakai armada alat proyek itu, ” Tambahnya
Diketahui, berdasarkan papan informasi proyek, pengaspalan jalan ini dikerjakan oleh rekanan kontraktor CV Alvaro Jaya Utama (AJU), sumber anggaran APBD-P Kabupaten Kampar tahun 2025, besaran anggaran senilai Rp 3.420.055.000,00 (tiga miliyar, empat ratus dua puluh juta lima puluh lima ribu Rupiah), dan tidak memiliki identitas konsultan pengawas proyek.
Guna meluruskan informasi, awak media mengkonfirmasi Kepala Desa Danau Lancang.
Kepada media, Kepala Desa Danau Lancang mengaku pengadaan tanah penimbunan bahu jalan pada proyek dikelola oleh pihak kontraktor.
” Iya sore juga bg. Tu langsng kontraktor yg pengadaan tanah nya tu, ” tulis Kepala Desa Danau Lancang.
Selanjutnya awak media mengkonfirmasi pihak rekanan kontraktor. Di lokasi, Yudi Faradila diduga mandor proyek, didampingi seorang anggota TNI mengaku tidak mengetahui asal usul tanah timbun di peroleh guna penimbunan bahu jalan proyek.
Selain material tanah urug, Yudi Faradila (mandor proyek) juga mengaku tidak mengetahui asal usul bahan bakar minyak solar yang digunakan sebagai bahan bakar empat unit alat proyek yakni satu unit tandem roller/bomak, satu unit Asphalt Finisher, dua unit Pheumatic tyred roller selama 59 hari pelaksanaan pengerjaan proyek.
Saat melakukan wawancara kepada pihak kontraktor, ditemukan satu unit Isuzu panther pick up berwarna putih milik kontraktor mengangkut jerigen lembab berminyak diduga kuat bekas BBM bersubsidi jenis solar.*Tim
Sumber: bersama Tim





